7 Tipe Pengemudi Di Jalanan Jakarta. Kamu Yang Mana?
author image
Posted on Oct 13, 2017
by Titie Andelina Wiji

Sudah bukan rahasia lagi kalau Jakarta adalah salah satu kota termacet di dunia. Tentunya tak heran bila mengingat banyaknya jumlah mobil di kota metropolitan ini. Dengan banyaknya jumlah mobil di Jakarta, maka tipe-tipe orang yang berada di belakang kemudi pun bervariasi. Siapa saja sih mereka?  

 

1. Si pertama kali

Si pertama kali

Biasanya pengemudi tipe ini adalah mereka yang baru saja lulus kursus mengemudi dan mendapatkan STNK. Ini pertama kalinya mereka berinteraksi langsung dengan keadaan di jalan raya tanpa instruktur yang siap dengan rem cadangan di jok sebelah. Uniknya lagi, pengemudi baru ini dapat dibagi menjadi dua kategori. Kategori pertama adalah mereka yang masih ragu di belakang kemudi. Saking ragunya, mobil mereka bergerak dengan kecepatan kura-kura di jalur kanan di jalan tol. Sedangkan kategori kedua adalah kebalikan dari yang pertama. Walaupun baru, mereka punya kepercayaan diri yang tinggi dan aktif mencari tantangan yang memacu adrenalin. Contohnya seperti sengaja naik ke jalur busway padahal pak polisi sudah di depan mata.

 

2. Si baik hati

si baik hati

Ini adalah tipe pengemudi yang paling jarang ditemukan. Bahkan mungkin populasinya hanya sepersekian persen dari jumlah pengemudi di seluruh Indonesia. Seperti julukannya, si baik adalah mereka yang tidak hanya memikirkan dirinya sendiri ketika berada di jalan raya. Mereka adalah tipe yang tak segan-segan membuka kaca mobilnya dan berusaha memberi signal apabila pintu mobil pengemudi lain tidak tertutup rapat. Si baik jugalah yang paling murah hati dan mau melambat untuk membiarkan para pejalan kaki menyeberang jalan. Tak heran bila kemudian si baik punya fans club yang isinya para pejalan kaki ini. 

 

3. Si tidak sabaran

Si tidak sabaran

Kamu pasti tidak asing dengan tipe yang ini. Apabila kamu menemukan orang yang  langsung membunyikan klakson sekuat mungkin pada detik yang sama lampu merah berubah menjadi lampu hijau, kemungkinan besar mereka adalah si tidak sabaran. Emosinya juga tak jarang mudah meluap, apalagi ketika ada pengemudi lain yang dia anggap menyalahi aturan. Tidak seperti si baik, si tidak sabaran biasanya tak segan-segan membuka kaca mobilnya untuk mengekspresikan amarahnya lengkap dengan nada tinggi dan umpatan.

 

4. Si baper

Si baper

Pengemudi tipe ini memang biasanya normal-normal saja dalam segala aspek mengemudi. Dari mulai gaya mengemudi sampai kecepatannya mungkin memang tidak ada masalah. Tapi, saat tiba-tiba dia kena salip oleh mobil lain, maka bawaannya langsung ingin menyalip balik dan biasanya memang itu yang kemudian dilakukan. Belum lagi bila ada mobil belakang yang mengedipkan lampu sein. Biasanya sih untuk menginsyaratkan mobil di depannya agar berpindah jalur. Sayangnya, kalau pengemudi di depannya adalah si baper, maka yang terjadi adalah si baper merasa kesal dan terprovokasi, dan akhirnya malah sengaja tidak berpindah sejengkal pun. 

 

5. Si tukang maksa

Si tukang maksa

Pernah liat mobil yang bukannya melambat, tapi malah melaju dengan kecepatan cahaya pada saat lampu hijau berubah jadi kuning? Inilah si maksa. Sesuai namanya, dia selalu memaksa agar bisa dapat untung paling banyak di jalan raya tanpa mempedulikan situasi. Mulai dari mempercepat laju mobilnya padahal lampu sudah kuning agar dia tidak perlu terjebak di lampu merah, hingga mencoba menyempil dan membuat jalur ketiga di jalan yang sebenarnya hanya dua jalur saja. Kalau tidak merugikan pengemudi yang lain sih tidak masalah. Tapi, kebiasaan seperti ini lebih sering membuat mobil lain tidak bisa bergerak dan cuma memperparah kemacetan.

 

6. Si oportunis

Si oportunis

Pengemudi tipe ini biasanya paling pintar memanfaatkan kesempatan apapun, yang penting bisa mempersingkat waktu mengemudinya. Apalagi kalau misalnya ada mobil pejabat yang dikawal oleh voorijder. Rasanya seperti berhasil menemukan jarum di antara tumpukan jerami! Langsung deh instingnya untuk tidak melewatkan kesempatan emas ini muncul. Karena instingnya itulah, dia langsung beraksi dengan ikutan di belakang mobilnya untuk menghindari macet. 

 

7. Si patuh

Si patuh

Yang satu ini sangat sangat sangat memperhatikan segala peraturan lalu lintas. Dia juga pasti akan mengecek bahwa segala prosedur seperti memasang seatbelt dan menyesuaikan kaca spion, sudah dilakukan sebelum menginjak gas. Pengemudi tipe ini juga yang paling tidak menyusahkan pengemudi lain karena dia tidak akan menyalahi satu aturan pun. Gak ada deh yang namanya ugal-ugalan di jalanan. Si patuh akan memastikan kalau dia mengemudi dengan kecepatan yang sesuai. Hanya menggunakan jalur kiri untuk mendahului, dan tidak menggunakan bahu jalan seenaknya. 


Nah, di antara tujuh tipe pengemudi di atas, ada temanmu yang termasuk salah satunya? Kalau kamu sendiri, termasuk tipe yang mana?

Share on Facebook
Tweet on Twitter
Instagram
Drop us a line